Tuesday, February 4, 2020


DEBAT

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih baik itu perorangan ataupum kelompok dalam mendiskusikan dan memutusakan masalah dan perbedaan. dan AHli Menurut G. Sukadi, Debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

Menurut Hendri Guntur Tarigan, Debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.



Struktur Teks Debat
  • Struktur pertama Teks Debat, yaitu Pengenalan. Pada Pengenalan, moderator menyampaikan salam pembuka dan memperkenalkan tim.
  • Struktur kedua Teks Debat, yaitu Penyampaian Argumentasi. Penyampaian Argumen disampaikan oleh Tim Afirmasi, Tim Oposisi, dan Tim Netral.
  • Struktur ketiga Teks Debat, yaitu Debat. Pada struktur ini, Tim Afirmasi dan Tim Oposisi saling memberikan sanggahan, lalu ditengahi dengan Tim Netral.
  • Struktur keempat Teks Debat, yaitu Simpulan. Pada struktur ini, Tim Afirmasi, Tim Oposisi, dan Tim Netral menyampaikan simpulan terkait mosi, pendapat, dan sanggahan dari tim lain
  • Struktur kelima Teks Debat, yaitu Penutup. Pada struktur ini, moderator memberikan simpulan secara kesuluruhan tanpa berpihak, kemudian menutup kegiatan debat dengan salam.

Ciri-Ciri Debat

1.     Terdapat dua susdut pandang (pihak yang menyetujui dan tidak setuju)
2.     Adanya proses saling mempertahankan pendapat
3.     Adanya saling adu argumentasi untuk memperoleh kemenangan
4.     Adanya pihak penengah (moderator)

Unsur-unsur debat yaitu

1.      Mosi adalah topik atau tema yang menjadi bahan perdebatan
2.      Tim afirmasi adalah tim yang mendukung mosi.
3.      Tim oposisi adalah tim yang menolak atau menentang mosi.
4.      Tim netral adalah tim yang mendukung dan juga menentang mosi.
5.  Penonton atau juri adalah partisipan yang diundang untuk menyaksikan jalannya   perdebatan.
6.      Moderator adalah partisipan yang bertugas menyampaikan mosi di awal dan mengatur  
7.      jalannya  perdebatan.
8.  Penulis adalah partisipan yang menulis atau merangkum pendapat-pendapat yang disampaikan oleh ketiga tim dan juga moderator.


Kaidah Kebahasaan Teks Debat
  • Menggunakan kalimat kompleks, pada teks debat biasanya menggunakan kalimat yang mempunyai lebih dari satu struktur dan lebih dari satu kata kerja (kalimat kompleks).
  • Menggunakan konjungsi, pada teks debat sering memanfaatkan konjungsi untuk menghubungkan kata-kata atau kalimat.
  • Menggunakan kata rujukan, pada teks debat biasanya menggunakan kata rujukan sebagai pemberi  informasi, seperti ini, itu, dia, beliau, di sini, di sana, dan sebagainya.
Tujuan Debat

1. Melatih keberanian mengemukakan pendapat
2. Melatih mematahkan pendapat lawan
3. Meningkatkan kemampuan merespon sesuatu masalah


Etika dan Tata Cara Debat
1.  Memahami dan menjalankan peraturan debat yang telah disepakati oleh peserta dan anggota debat. Jika seorang anggota debat melanggar peraturan maka akan berpengaruh kepada timnya.
2.  Pertanyaan yang diajukan sebaiknya disampaikan dengan profesional, tidak menghina, menguji, maupun merendahkan lawan, pertanyaan juga tidak boleh menyerang lawan secara pribadi namun fokus ke permasalahan yang sedang dibahas.
3.  Ajukan argumen dengan analisis yang kritis, masuk akal, dan runtut. Ketiga hal ini akan lebih baik jika dilakukan dengan kemampuan retorika yang baik.
4.  Dalam menyampaikan gagasan kenali dan pahami kelemahan maupun kelebihan yang dimiliki lawan. Hal ini sangat penting untuk menyusun strategi debat sehinggaefektif dalam menyangkal dan mempengaruhi lawan bahkan seluruh peserta debat.
5.  Argumen yang disampaikan tidak perlu terlalu banyak karena waktu yang terbatas. Susun argumen ke dalam poin-poin yang singkat dan lugas yang merujuk langsung ke permasalahan yang sedang didebatkan.
6.  Memahami dengan baik tentang kesalahan-kesalahan dalam berpikir terutama pada penyelesaian masalah. Hal ini juga berfungsi untuk mengetahui kelemahan argumentasi yang diberikan oleh lawan.
7.  Menyajikan gagasan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sertakan juga data-data yang valid yang dapat mendukung argumen atau gagasan.
8.  Buatlah kesimpulan yang menunjukkan pernyataan final dengan kalimat yang lugas dan langsung menuju ke titik celah lawan. Penyampaian kesimpulan tidak perlu terlalu panjang cukup poin-poin yang menegaskan argumentasi dan disampaian dengan tegas untuk menunjukkan rasa percaya diri bahwa argumentasi tersebut.

 JENIS – JENIS DEBAT
Berdasarkan bentuk, maksud, dan metodenya, debat dibagi menjadi 4 macam, yakni:

1.  Debat Parlementer/ Majelis (Assembly or Parlementary Debating)
Maksud dan tujuan majelis ini yaitu untuk memberi dan menambahi dukungan bagi suatu undang-undang tertentu dan semua anggota yang ingin menyatakan pandangan dan pendapatnya berbicara mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapat izin dari majelis.

2. Debat Pemeriksaan Ulangan Untuk Mengetahui Kebenaran Pemeriksaan Terdahulu (Cross-Examination Debating)
Maksud dan tujuan perdebatan ini yaitu untuk mengajukan serangkaian pertanyaan yang satu sama lain berhubungan erat,yang akan menyebabkan individu yang ditanya menunjang posisi yang hendak ditegakkan dan diperkokoh oleh penanya.

3.Debat Formal, Konvesional, atau Debat Pendidikan (Formal, Conventional, or Educational Debating)
Tujuan debat formal ini adalah untuk memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengemukakan kepada pendengar sejumlah argument yang menunjang atau yang membantah suatu usul. Setiap pihak diberi jangka waktu yang sama bagi pembicara-pembicara konstruktif dan bantahan.

4.  Debat Kompetitif
Debat kompetitif dalam pendidikan tidak seperti debat sebenarnya dalam parlemen, debat kompetitif tidak bertujuan untuk menghasilkan keputusan tetapi lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuan tertentu di kalangan pesertanya, seperti kemampuan untuk mengutarakan pendapat secara logis, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang berbeda, dan kemampuan berbahasa asing (Jika debat dilakukan dalam bahasa asing).


Contoh Soal
1. Perhatikan kutipan teks debat berikut ini.
Tim Oposisi    : Saya tidak setuju, kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun, bahasa Indonesia  dimengerti dan digunakan di hampir semua kalangan.
Kutipan teks di atas termasuk dalam struktur teks debat, yaitu....
  1. Pengenalan
  2. Penutup
  3. Penyampaian Argumen
  4. Debat
  5. Pengantar
Jawaban : D
Pembahasan : struktur teks debat, yaitu pengenalan, penyampaian argumentasi, debat, simpulan, dan penutup. Kutipan teks di atas termasuk dalam struktur teks bagian debat yang ditandai dengan sanggahan “saya tidak setuju”.
2. Berikut ini yang termasuk dalam struktur kebahasaan teks debat, kecuali….
  1. Penutup
  2. Pengenalan
  3. Penawaran
  4. Penyampaian argumen
  5. Simpulan
Jawaban : C
Pembahasan : Penutup, pengenalan, penyampaian argument, dan simpulan termasuk dalam struktur teks debat, sedangkan penawaran bukanlah termasuk dalam struktur teks debat. Jadi, jawaban yang tepat adalah C




Saturday, January 11, 2020

Tanyalah Harga, Sebelum Membeli

Malam Minggu saya sekeluarga pergi ke luar untuk membeli makanan, niat awal kami adalah membeli soto langganan saya dan suami saya. "Yah.. sotonya gak ada, kayanya hari ini gak jualan lagi." Kataku kepada suamiku. "Iya, udah jauh-jauh, ternyata gak jualan." Kata suamiku seraya memutar balik arah laju motor kami. Saat motor kami sedang melaju, di sebalah kiri jalan ada gerobak baso m*la*g sedang mangkal. "Mau baso m*la*g gak?" tanya suamiku. "hmm.. mau." Jawabku. motor kami pun menepi, lalu aku turun dari motor, ku kendong anak kami. Aku berjalan menghampiri si abang yang jualan, karena si abangnya masih melayani seorang pembeli, maka kutunggu dahulu sampai selesai. " Bang, basonya dua bungkus ya!" pintaku pada si abang baso. Baso pesanan kami pun di buatkan. "Pakai bihun gak?" tanya si abang baso. "iya pake bang." jawabku. diraciklah baso pesanan kami. "pakai sambel gak?" si abang baso tanya lagi, " gak usah bang, sambelnya dipisah aja."
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan kami selesai dibuat. Suamiku pun memberikan uang Rp10.000 kepadaku untuk membayar baso pesanan kami. "Berapa Bang?" TanyakU sebelum menyerahkan uang. "Rp20.000 aja." Aku pun langsung melihat uang ditanganku dan melihat suamiku. "Yah.. bang uangnya kurang." kataku seraya memperlihatkan uang yang ada ditanganku.
"Tunggu dulu ya Bang, kita ambil uang dulu." Kata suamiku.
"Udah gak apa-apa, besok aja bayarnya." kata si Abang baso.
"Gak bang, sebentar aja ko, rumah kita dekat." kata suamiku
lalu suamiku menyerankanku untuk pergi ke runah saudaraku, yang kebetulan tidak jauh untuk meminjam uang. Aku pun mengiyakan. Langsung ku kendarai motor menuju rumah saudaraku. Tapi, sesampainya di sana, ruah tampak sepi, aku menduga saudaraku tidak ada di rumah. Dengan cepat kuputuskan menuju rumah saudaraku yang lain. kuparkir motorku didepan rumahnya. 
"Assalamua'alaikum.." kuucapkan salam sambil mengetuk pintu.
"Assalamua'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam.." terdengar suara saudaraku dari dalam rumah.
saat pintu rumahnya dibuka aku pun langsung mengatakan tujuanku.
"Mas, ada uang Rp10.000 gak, tadi beli baso, uangnya kurang." ceritaku padanya.
"Ko bisa?" tanya saudaraku penasaran.

Kegiatanku

06 Januari 2020 . Hari pertamaku di semester genap ini, kuawali dengan menyampaikan kembali peraturan selama kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia denganku. 😊 lalu kulanjutkan dengan membagi seluruh siswa menjadi 5 kelompok. Di semester awal pun aku melakukan hal yang sama, hanya saja untuk disemster genap ini aku ingin siswa-siswaku merasakan belajar kelompk dengan teman-teman yang tidak sama dengan kelompok sebelumnya. 
Selanjutnya kusampaikan kepada mereka untuk membuat blog. Harapanku semoga seluruh siswa yang kuatkan dapat terbiasa untuk membuat tulisan dalm media elektronik. Semoga saja bisa berhasil. Jika di semester awal kubisakan mereka untuk menulis di buku tulisa masing-masing, kini aku ingin mereka membuat tulisan di blog mereka masing-masing 😊 

Friday, January 10, 2020

ORANG TUA SEKARANG MEMBUNUH ANAKNYA SECARA HALUS


Ada seorang operations manager dari client kantor saya yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang,
“Gak papa. Justru saya suka nasi keras. Gak suka tuh saya, beras sushi.”
“Kok sukanya nasi yang keras Pak?” I cannot help but to ask.
“Iya, orang tua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan.”

This may be simple. But this, blew my mind.

Dan setelah saya menjadi orang tua, di sini lah saya lihat banyak orang tua mulai mengambil langkah yang tidak disadari, berdampak.

“Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal.”

“Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak.”

“Waktu kecil, saya belajar ditemani lilin dan 2 buku. Sekarang anak saya, saya sekolahkan ke Inggris.”

We experienced the worst and therefore we tend to give the best.

The question is, is the best…is what our children need? Really?

Orang sukses itu menjadi sukses karena :
(1) dididik dengan benar, terlepas dari dari apakah dia kaya atau miskin 
(2) dididik oleh kesulitan yang dia hadapi.

Kita akui ada anak orang kaya yang tetap jempolan attitudenya dan perjuangannya. Tapi kita lihat kebanyakan orang sukses juga dulunya sulit. Kesulitan (dalam beberapa kasus, kemiskinan) itu yang menjadi drive orang-orang untuk menjadi sukses. Ini adalah resep yang nyata. Kesulitan yang orang-orang sukses ini hadapi adalah ladang ujian di mana mereka menempa diri mereka menjadi orang sukses.

Pertanyaannya, jika kita ingin mencetak anak-anak yang bermental baja, kenapa kita justru memberikan semua kemudahan? Kenapa justru kita hilangkan semua kesulitan itu?

Karena dengan menghilangkan kesulitan-kesulitan itu, justru kita menciptakan generasi yang syarat hidupnya banyak.

Generasi Berikutnya

Apa yang terjadi dengan dari hasil thinking frame ‘dulu saya susah, saya tidak ingin anak saya susah’? Ini yang terjadi:

Anak dari teman ibu saya terbiasa makan beras impor thailand. Di 98, kita terkena krisis dan orang tuanya tdiak lagi mampu beli beras impor. Yang terjadi adalah, anaknya gak bisa makan.

Ada anak dari teman yang terbiasa makan es krim haagen dasz, ketika pertama kali makan es krim lokal, dia muntah.

Ada cucu yang ngamuk di rumah neneknya karena di rumah nenek, gak ada air panas.

Saya tidak mencibir mereka. Apa adanya seorang manusia itu terjadi dari nature dan nurture. Semua ini, adalah nurture.

Bahkan di kantor pun sama. Di kantor kebetulan saya jadi mentor seseorang (saat ini). Dalam sebuah kesempatan, dia pernah berkata “Duh, gak nyaman di posisi ini.”

Di lain kesempatan, “Sayang ya, si X resign, padahal dia membuat saya nyaman di kantor sini.”

Pada kali kedua saya mendengar temen saya ngomong ini, saya mulai masuk “Kamu sadar gak, kamu udah 2 kali menggarisbawahi bahwa kenyamanan dalam kerja itu, penting bagi kamu.”

“…”

“Emang sih idealnya nyaman. Tapi sayangnya, this is life. We don’t get to pick ideal situations. Sometimes we need to settle with what we have and deal with it.

"Tentang kenyamanan, coba jadikan itu sebagai sesuatu yang ‘nice to have’ dan bukan "must have".

What to Do?

Saya menyukai cara Sultan Jogja mendidik anak-anaknya. Saya pernah dengar bahwa di saat balita, anak sultan dikirim untuk hiidup di desa. Makan susah, main tanah, mandi di sumur. Intinya, meski dia anak sultan, dia tidak tahu bahwa dia anak sultan dan dia merasakan standar hidup yang rendah – dan merasa cukup dengan itu. Setelah agak besar, dia kembali ke istana. Dampaknya, semua Sultan, bersikap merakyat. Dia makan steak, tapi dia tahu bahwa steak yang dia makan adalah sebuah kemewahan. Bukan sebuah syarat hidup minimum.

Saya pun memiliki syarat-syarat hidup. Semenjak menjadi seorang bapak, saya berubah total dan saya kikis hilang itu semua. Karena saya tidak ingin anak-anak saya memiliki syarat hidup yang banyak. Dan satu-satunya cara memastikan itu terjadi adalah bahwa sayapun tidak boleh memiliki syarat hidup banyak.

Saya mengajak mereka naikkopaja atau transjakarta setiap hari ke sekolah, sebelum mereka merasakan bahwa naik angkutan umum itu, rendah.

Saya membiarkan mereka tidur di lantai. Siapa tahu suatu saat nanti mereka harus terus-terusan.

Saya mematikan AC saat mereka tidur – siapa tahu mereka suatu saat cannot afford air conditioning.

Saya tidak menginstall air panas karena saya ingin anak-anak saya baik-baik saja jika suatu saat nanti mereka tiap hari harus mandi air dingin.

Saya melarang mereka main tablet karena saya ingin mereka tidak tergantung dengan kemewahan itu.

Saya melarang mereka menilai teman dari merk mobil mereka karena merk mobil itu gak pernah penting, dan gak akan penting.

Kita pergi ke mall memakai kopaja. And we have fun ketawa-ketawa, seperti jutaan orang lain.

Saya tidak membuang nasi kemarin yang memang masih bagus. Instead saya makan sama anak-anak saya. Siapa tahu suatu saat, that is all they can afford. Agak keras. And we like it.

We teach them to pursue happiness so that they learn the value and purposes of things. Not the price of things.

Nasi kemarin yang masih perfectly safe to eat, masih punya value. Kopaja dan mercy memiliki purpose yang sama, yaitu mengantar kita ke sebuah tempat.

AC atau gak AC memberikan value yang sama. A good night sleep.

Kenapa semua ini penting? Kita harus ingat bahwa generasi bapak kita adalah generasi yang bersaing dengan 3 milyar orang. Mereka bisa mengumpulkan kekayaan dan membeli kemudahan untuk generasi kita. Kita harus bersaing dengan 7 milyar orang. Anak kita nanti mungkin harus bersaing dengan 12 milyar orang di generasi mereka.

One needs to be a tough person to be able to compete with 12 billion people. Dan percaya lah, memiliki syarat hidup yang banyak, tidak akan membantu anak-anak kita bersaing dengan 12 milyar orang itu.

(Anonim)

Wednesday, January 8, 2020

Ibu

Ibu
Betapa rindunya diriku padamu
Terbayang selalu wajahmu
Teringat selalu akan nasihatmu

Ibu
Air mataku tak henti-hentinya
Jika terbayang akan dirimu
Kuharap kau kini tenang dan bahagia
Tak ada rasa sakit seperti dahulu
Tak ada sedih di wajahmu

Ibu
Doaku selalu untukmu
Semoga kau bahagia di Surga-Nya


Monday, January 6, 2020

Perempuan Hebat (Bagian 1)

Perempuan hebat itu bernama Ibu Ginem, beliau dilahirkan di Solo 02 Juni 1960. Beliau adalah anak dari keluarga yang sederhana, ia memiliki tiga orang kakak yang sangat menyayangi dan menjaganya. Bapaknya pun sangat memanjakannya, setiap hari pasti sang Bapak selalu memasak makanan kesukaan putri kecilnya tersebut. Setiap pergi ke acara pernikahan di sekitar kampung, tentu saja takkan terlupa untuk membungkuskan beberapa makanan untuknya. Ibu Ginem ini memiliki nama kecil "Cimplek", kebiasaan di kampungnya setiap anak pasti memiliki nama panggilan kesayangan atau nama kecil. Sejak kecil seluruh tetangga akan tahu jika ia menangis, karena tangisannya itu sangatlah keras dan terdengar sampai jauh. 
Ginem kecil saat sudah memasuki usia sekolah, ia pun sekolah, disaat teman-teman seumurannya tidak bisa sekolah karena masalah ekonomi, ia pun tetap nekad untuk sekolah. Alhamdulillah orang tua Ginem kecil mengizinkannya untuk sekolah, diantara saudara-saudara pun dia yang paling beruntung karena diperbolehkan untuk sekolah. Meskipun ia hanya memiliki satu seragam untuk sekolah selama lima hari, ia tidak putus harapan. Sepulang sekolah, ia pun langsung mencuci seragamnya untuk dikenakan esok hari, begitu terus sampai ia lulus Sekolah Rakyat (SR) kalau sekarang mungkin setingkat Sekolah Dasar (SD). Saat itu di tahun 60-an belumlah ada buku tulis dan alat tulis seperti saat ini, yang ada hanya 'Saba' sebutan untuk papan kecil berbentuk persegi yang digunakan untuk menulis dan kapur untuk menulis di atas 'saba ' tersebut. Setiap anak hanya memiliki satu 'saba' saja. Setiap selesai satu mata pelajaran, dihapuskan tulisan yang ada di 'saba' tersebut untuk digunakan kembali pada pelajaran selanjutnya. Kebayang dong ya kalau setiap siswa harus mengingat pelajaran yang sudah mereka pelajari di luar kepala (luar biasa).
Ginem kecil terkenal dengan kepandaiannya menghitung, setiap ada ulangan tentang berhitung, sudah pasti semua temannya akan meminta bantuannya untuk memberikan jawaban dengan imbalan saat istirahat nanti, dia akan dijalani oleh teman-temannya. Tentu saja Ginem kecil tidak menolaknya, dia senang hati membantu kesulitan teman-temannya. Karena terkendala akan biaya pendidikan Ginem kecil hanya bisa sekolah sampai tamat SR (Sekolah Rakyat) saja, meskipun begitu ia tetap bersyukur karena ia bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Fenomena Senin

Senin Adalah hari yang paling menyenangkan untuk sebagian orang, karena mereka bisa beraktivitas kembali setelah liburan. Apalagi Senin kali ini adalah hari pertama beraktivitas kembali untuk seluruh siswa dan guru yang telah liburan selama tiga Minggu dua hari. Tapi, ada beberapa orang yang merasakan jika hari Senin adalah hari yang sangat mereka tidak suka bahkan harapan sebagian orang tersebut "andai hari Senin tidak ada".
Tapi menurut saya apapun harinya mau itu hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, atau pun Minggu tetaplah hari yang harus kita syukuri,.karena kita masih bisa dan diberikan kesempatan untuk dapat beraktivitas kembali, hal itu menandakan kalau kita masih diberikan nikmat sehat oleh Allah SWT 😊 (Alhamdulillah).

Seperti biasa, Senin di sekolah tempat ku mengajar pasti akan diawali dengan upacara bendera, tapi karena hari ini cuaca sedikit mendung, cukup dilaksanakan apel pagi. Apel pagi di sini seluruh siswa tetap berbaris di lapangan dan ada satu guru yaitu kepala sekolah yang menyampaikan beberapa pesan untuk seluruh siswa dan guru. Tapi sayangnya, entah karena terbiasa atau karena cuaca yang kurang bersahabat, hanya ada beberapa guru saya yang dapat hadir, sekitar 7 guru, jangan tanya jumlah guru di sini berapa, yang pasti lebih dari 7, mungkin sekitar 20 lebih lah, saya juga kurang tau total pasti berapa, soalnya kita gak pernah sih kumpul semuanya gitu. 

Intinya sih awali harimu dengan Bismillah dan penuh semangat, semoga dapat mendapatkan berkah dan pahala dari kegiatan yang kita lakukan. 😊

Berhenti mengeluh "ini" dan "itu"
Fokus saja dengan tujuan kalian saat ini, baik itu belajar, bekerja ataupu yang lainnya.

Baiklah, tugas apel pagi sudah selesai, saatnya saya pulang untuk kembali bertugas untuk menjadi Ibu Rumah tangga 😊

Siang nanti saya akan mulai bertemu dengan siswa-siswa saya, dan Insya Allah siap untuk berbagai ilmu pengetahuan kepada mereka. 😊💕

DEBAT Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan sa...