Saturday, January 11, 2020

Tanyalah Harga, Sebelum Membeli

Malam Minggu saya sekeluarga pergi ke luar untuk membeli makanan, niat awal kami adalah membeli soto langganan saya dan suami saya. "Yah.. sotonya gak ada, kayanya hari ini gak jualan lagi." Kataku kepada suamiku. "Iya, udah jauh-jauh, ternyata gak jualan." Kata suamiku seraya memutar balik arah laju motor kami. Saat motor kami sedang melaju, di sebalah kiri jalan ada gerobak baso m*la*g sedang mangkal. "Mau baso m*la*g gak?" tanya suamiku. "hmm.. mau." Jawabku. motor kami pun menepi, lalu aku turun dari motor, ku kendong anak kami. Aku berjalan menghampiri si abang yang jualan, karena si abangnya masih melayani seorang pembeli, maka kutunggu dahulu sampai selesai. " Bang, basonya dua bungkus ya!" pintaku pada si abang baso. Baso pesanan kami pun di buatkan. "Pakai bihun gak?" tanya si abang baso. "iya pake bang." jawabku. diraciklah baso pesanan kami. "pakai sambel gak?" si abang baso tanya lagi, " gak usah bang, sambelnya dipisah aja."
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan kami selesai dibuat. Suamiku pun memberikan uang Rp10.000 kepadaku untuk membayar baso pesanan kami. "Berapa Bang?" TanyakU sebelum menyerahkan uang. "Rp20.000 aja." Aku pun langsung melihat uang ditanganku dan melihat suamiku. "Yah.. bang uangnya kurang." kataku seraya memperlihatkan uang yang ada ditanganku.
"Tunggu dulu ya Bang, kita ambil uang dulu." Kata suamiku.
"Udah gak apa-apa, besok aja bayarnya." kata si Abang baso.
"Gak bang, sebentar aja ko, rumah kita dekat." kata suamiku
lalu suamiku menyerankanku untuk pergi ke runah saudaraku, yang kebetulan tidak jauh untuk meminjam uang. Aku pun mengiyakan. Langsung ku kendarai motor menuju rumah saudaraku. Tapi, sesampainya di sana, ruah tampak sepi, aku menduga saudaraku tidak ada di rumah. Dengan cepat kuputuskan menuju rumah saudaraku yang lain. kuparkir motorku didepan rumahnya. 
"Assalamua'alaikum.." kuucapkan salam sambil mengetuk pintu.
"Assalamua'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam.." terdengar suara saudaraku dari dalam rumah.
saat pintu rumahnya dibuka aku pun langsung mengatakan tujuanku.
"Mas, ada uang Rp10.000 gak, tadi beli baso, uangnya kurang." ceritaku padanya.
"Ko bisa?" tanya saudaraku penasaran.

Kegiatanku

06 Januari 2020 . Hari pertamaku di semester genap ini, kuawali dengan menyampaikan kembali peraturan selama kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia denganku. 😊 lalu kulanjutkan dengan membagi seluruh siswa menjadi 5 kelompok. Di semester awal pun aku melakukan hal yang sama, hanya saja untuk disemster genap ini aku ingin siswa-siswaku merasakan belajar kelompk dengan teman-teman yang tidak sama dengan kelompok sebelumnya. 
Selanjutnya kusampaikan kepada mereka untuk membuat blog. Harapanku semoga seluruh siswa yang kuatkan dapat terbiasa untuk membuat tulisan dalm media elektronik. Semoga saja bisa berhasil. Jika di semester awal kubisakan mereka untuk menulis di buku tulisa masing-masing, kini aku ingin mereka membuat tulisan di blog mereka masing-masing 😊 

Friday, January 10, 2020

ORANG TUA SEKARANG MEMBUNUH ANAKNYA SECARA HALUS


Ada seorang operations manager dari client kantor saya yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang,
“Gak papa. Justru saya suka nasi keras. Gak suka tuh saya, beras sushi.”
“Kok sukanya nasi yang keras Pak?” I cannot help but to ask.
“Iya, orang tua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan.”

This may be simple. But this, blew my mind.

Dan setelah saya menjadi orang tua, di sini lah saya lihat banyak orang tua mulai mengambil langkah yang tidak disadari, berdampak.

“Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal.”

“Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak.”

“Waktu kecil, saya belajar ditemani lilin dan 2 buku. Sekarang anak saya, saya sekolahkan ke Inggris.”

We experienced the worst and therefore we tend to give the best.

The question is, is the best…is what our children need? Really?

Orang sukses itu menjadi sukses karena :
(1) dididik dengan benar, terlepas dari dari apakah dia kaya atau miskin 
(2) dididik oleh kesulitan yang dia hadapi.

Kita akui ada anak orang kaya yang tetap jempolan attitudenya dan perjuangannya. Tapi kita lihat kebanyakan orang sukses juga dulunya sulit. Kesulitan (dalam beberapa kasus, kemiskinan) itu yang menjadi drive orang-orang untuk menjadi sukses. Ini adalah resep yang nyata. Kesulitan yang orang-orang sukses ini hadapi adalah ladang ujian di mana mereka menempa diri mereka menjadi orang sukses.

Pertanyaannya, jika kita ingin mencetak anak-anak yang bermental baja, kenapa kita justru memberikan semua kemudahan? Kenapa justru kita hilangkan semua kesulitan itu?

Karena dengan menghilangkan kesulitan-kesulitan itu, justru kita menciptakan generasi yang syarat hidupnya banyak.

Generasi Berikutnya

Apa yang terjadi dengan dari hasil thinking frame ‘dulu saya susah, saya tidak ingin anak saya susah’? Ini yang terjadi:

Anak dari teman ibu saya terbiasa makan beras impor thailand. Di 98, kita terkena krisis dan orang tuanya tdiak lagi mampu beli beras impor. Yang terjadi adalah, anaknya gak bisa makan.

Ada anak dari teman yang terbiasa makan es krim haagen dasz, ketika pertama kali makan es krim lokal, dia muntah.

Ada cucu yang ngamuk di rumah neneknya karena di rumah nenek, gak ada air panas.

Saya tidak mencibir mereka. Apa adanya seorang manusia itu terjadi dari nature dan nurture. Semua ini, adalah nurture.

Bahkan di kantor pun sama. Di kantor kebetulan saya jadi mentor seseorang (saat ini). Dalam sebuah kesempatan, dia pernah berkata “Duh, gak nyaman di posisi ini.”

Di lain kesempatan, “Sayang ya, si X resign, padahal dia membuat saya nyaman di kantor sini.”

Pada kali kedua saya mendengar temen saya ngomong ini, saya mulai masuk “Kamu sadar gak, kamu udah 2 kali menggarisbawahi bahwa kenyamanan dalam kerja itu, penting bagi kamu.”

“…”

“Emang sih idealnya nyaman. Tapi sayangnya, this is life. We don’t get to pick ideal situations. Sometimes we need to settle with what we have and deal with it.

"Tentang kenyamanan, coba jadikan itu sebagai sesuatu yang ‘nice to have’ dan bukan "must have".

What to Do?

Saya menyukai cara Sultan Jogja mendidik anak-anaknya. Saya pernah dengar bahwa di saat balita, anak sultan dikirim untuk hiidup di desa. Makan susah, main tanah, mandi di sumur. Intinya, meski dia anak sultan, dia tidak tahu bahwa dia anak sultan dan dia merasakan standar hidup yang rendah – dan merasa cukup dengan itu. Setelah agak besar, dia kembali ke istana. Dampaknya, semua Sultan, bersikap merakyat. Dia makan steak, tapi dia tahu bahwa steak yang dia makan adalah sebuah kemewahan. Bukan sebuah syarat hidup minimum.

Saya pun memiliki syarat-syarat hidup. Semenjak menjadi seorang bapak, saya berubah total dan saya kikis hilang itu semua. Karena saya tidak ingin anak-anak saya memiliki syarat hidup yang banyak. Dan satu-satunya cara memastikan itu terjadi adalah bahwa sayapun tidak boleh memiliki syarat hidup banyak.

Saya mengajak mereka naikkopaja atau transjakarta setiap hari ke sekolah, sebelum mereka merasakan bahwa naik angkutan umum itu, rendah.

Saya membiarkan mereka tidur di lantai. Siapa tahu suatu saat nanti mereka harus terus-terusan.

Saya mematikan AC saat mereka tidur – siapa tahu mereka suatu saat cannot afford air conditioning.

Saya tidak menginstall air panas karena saya ingin anak-anak saya baik-baik saja jika suatu saat nanti mereka tiap hari harus mandi air dingin.

Saya melarang mereka main tablet karena saya ingin mereka tidak tergantung dengan kemewahan itu.

Saya melarang mereka menilai teman dari merk mobil mereka karena merk mobil itu gak pernah penting, dan gak akan penting.

Kita pergi ke mall memakai kopaja. And we have fun ketawa-ketawa, seperti jutaan orang lain.

Saya tidak membuang nasi kemarin yang memang masih bagus. Instead saya makan sama anak-anak saya. Siapa tahu suatu saat, that is all they can afford. Agak keras. And we like it.

We teach them to pursue happiness so that they learn the value and purposes of things. Not the price of things.

Nasi kemarin yang masih perfectly safe to eat, masih punya value. Kopaja dan mercy memiliki purpose yang sama, yaitu mengantar kita ke sebuah tempat.

AC atau gak AC memberikan value yang sama. A good night sleep.

Kenapa semua ini penting? Kita harus ingat bahwa generasi bapak kita adalah generasi yang bersaing dengan 3 milyar orang. Mereka bisa mengumpulkan kekayaan dan membeli kemudahan untuk generasi kita. Kita harus bersaing dengan 7 milyar orang. Anak kita nanti mungkin harus bersaing dengan 12 milyar orang di generasi mereka.

One needs to be a tough person to be able to compete with 12 billion people. Dan percaya lah, memiliki syarat hidup yang banyak, tidak akan membantu anak-anak kita bersaing dengan 12 milyar orang itu.

(Anonim)

Wednesday, January 8, 2020

Ibu

Ibu
Betapa rindunya diriku padamu
Terbayang selalu wajahmu
Teringat selalu akan nasihatmu

Ibu
Air mataku tak henti-hentinya
Jika terbayang akan dirimu
Kuharap kau kini tenang dan bahagia
Tak ada rasa sakit seperti dahulu
Tak ada sedih di wajahmu

Ibu
Doaku selalu untukmu
Semoga kau bahagia di Surga-Nya


Monday, January 6, 2020

Perempuan Hebat (Bagian 1)

Perempuan hebat itu bernama Ibu Ginem, beliau dilahirkan di Solo 02 Juni 1960. Beliau adalah anak dari keluarga yang sederhana, ia memiliki tiga orang kakak yang sangat menyayangi dan menjaganya. Bapaknya pun sangat memanjakannya, setiap hari pasti sang Bapak selalu memasak makanan kesukaan putri kecilnya tersebut. Setiap pergi ke acara pernikahan di sekitar kampung, tentu saja takkan terlupa untuk membungkuskan beberapa makanan untuknya. Ibu Ginem ini memiliki nama kecil "Cimplek", kebiasaan di kampungnya setiap anak pasti memiliki nama panggilan kesayangan atau nama kecil. Sejak kecil seluruh tetangga akan tahu jika ia menangis, karena tangisannya itu sangatlah keras dan terdengar sampai jauh. 
Ginem kecil saat sudah memasuki usia sekolah, ia pun sekolah, disaat teman-teman seumurannya tidak bisa sekolah karena masalah ekonomi, ia pun tetap nekad untuk sekolah. Alhamdulillah orang tua Ginem kecil mengizinkannya untuk sekolah, diantara saudara-saudara pun dia yang paling beruntung karena diperbolehkan untuk sekolah. Meskipun ia hanya memiliki satu seragam untuk sekolah selama lima hari, ia tidak putus harapan. Sepulang sekolah, ia pun langsung mencuci seragamnya untuk dikenakan esok hari, begitu terus sampai ia lulus Sekolah Rakyat (SR) kalau sekarang mungkin setingkat Sekolah Dasar (SD). Saat itu di tahun 60-an belumlah ada buku tulis dan alat tulis seperti saat ini, yang ada hanya 'Saba' sebutan untuk papan kecil berbentuk persegi yang digunakan untuk menulis dan kapur untuk menulis di atas 'saba ' tersebut. Setiap anak hanya memiliki satu 'saba' saja. Setiap selesai satu mata pelajaran, dihapuskan tulisan yang ada di 'saba' tersebut untuk digunakan kembali pada pelajaran selanjutnya. Kebayang dong ya kalau setiap siswa harus mengingat pelajaran yang sudah mereka pelajari di luar kepala (luar biasa).
Ginem kecil terkenal dengan kepandaiannya menghitung, setiap ada ulangan tentang berhitung, sudah pasti semua temannya akan meminta bantuannya untuk memberikan jawaban dengan imbalan saat istirahat nanti, dia akan dijalani oleh teman-temannya. Tentu saja Ginem kecil tidak menolaknya, dia senang hati membantu kesulitan teman-temannya. Karena terkendala akan biaya pendidikan Ginem kecil hanya bisa sekolah sampai tamat SR (Sekolah Rakyat) saja, meskipun begitu ia tetap bersyukur karena ia bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Fenomena Senin

Senin Adalah hari yang paling menyenangkan untuk sebagian orang, karena mereka bisa beraktivitas kembali setelah liburan. Apalagi Senin kali ini adalah hari pertama beraktivitas kembali untuk seluruh siswa dan guru yang telah liburan selama tiga Minggu dua hari. Tapi, ada beberapa orang yang merasakan jika hari Senin adalah hari yang sangat mereka tidak suka bahkan harapan sebagian orang tersebut "andai hari Senin tidak ada".
Tapi menurut saya apapun harinya mau itu hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, atau pun Minggu tetaplah hari yang harus kita syukuri,.karena kita masih bisa dan diberikan kesempatan untuk dapat beraktivitas kembali, hal itu menandakan kalau kita masih diberikan nikmat sehat oleh Allah SWT 😊 (Alhamdulillah).

Seperti biasa, Senin di sekolah tempat ku mengajar pasti akan diawali dengan upacara bendera, tapi karena hari ini cuaca sedikit mendung, cukup dilaksanakan apel pagi. Apel pagi di sini seluruh siswa tetap berbaris di lapangan dan ada satu guru yaitu kepala sekolah yang menyampaikan beberapa pesan untuk seluruh siswa dan guru. Tapi sayangnya, entah karena terbiasa atau karena cuaca yang kurang bersahabat, hanya ada beberapa guru saya yang dapat hadir, sekitar 7 guru, jangan tanya jumlah guru di sini berapa, yang pasti lebih dari 7, mungkin sekitar 20 lebih lah, saya juga kurang tau total pasti berapa, soalnya kita gak pernah sih kumpul semuanya gitu. 

Intinya sih awali harimu dengan Bismillah dan penuh semangat, semoga dapat mendapatkan berkah dan pahala dari kegiatan yang kita lakukan. 😊

Berhenti mengeluh "ini" dan "itu"
Fokus saja dengan tujuan kalian saat ini, baik itu belajar, bekerja ataupu yang lainnya.

Baiklah, tugas apel pagi sudah selesai, saatnya saya pulang untuk kembali bertugas untuk menjadi Ibu Rumah tangga 😊

Siang nanti saya akan mulai bertemu dengan siswa-siswa saya, dan Insya Allah siap untuk berbagai ilmu pengetahuan kepada mereka. 😊💕

Sunday, January 5, 2020

Blog Baruku 😉

Ini adalah blog baru saya di tahun 2020. Awalnya saya cerita ke suami kalau ada lomba-lomba menulis cerpen, dan puisi secara gratis dari beberapa akun sosial media, ada akun sosial media yang menawarkan membuat cerpen dan akan diterbitkan tanpa seleksi, syaratnya jika kuota peserta sudah mencapai 30 orang, maka akan ditutup untuk pengumpulan karya cerpen kita. Sebenarnya sih untuk yang TTS (Terbit Tanpa Seleksi) itu ada biaya pendaftarannya sekitar 69rb😅 yang bagian itu g cerita ke suami, soalnya pasti gak akan boleh ikutan. Tapi tanpa dikasih tau ada biaya pendaftarannya, suami kasih usul, kenapa gak nulis di blog aja. 
Hmmm.... Dan saya pun setuju dengan usulannya, karena sebagai istri yang berbakti, alangkah baiknya nurut nasihat dan saran suami.😊
Tanpa basa-basi langsung minta tolong deh sama suami untuk buatin blog, secara suami saya ngerti masalah komputer. Hhee..
Langkah pertama, download aplikasi blogger untuk Android 😊
Langkah ke dua, masuk ke akun email. Eh. Ternyata sudah ada dua blog yang pernah saya buat, 😅 blog pertama namanya XII IPA 2 dan Agar Ilmu Abadi. Hhee.. itu udah lama banget dari tahun 2012, ya ampunnn.. ibarat rumah mah udah banyak sarang laba-laba kali ya, sangking lamanya g pernah buka itu blog.
Langkah ke tiga, kita buat blog baru aja, daann inilah blog baru saya " Tulisanku, Karyaku"
Bismillahirrahmanirrahim... Semoga dengan adanya blog baru ini, saya bisa jadi makin rajin buat tulisan, tulisan hasil karya saya sendiri 😊 

DEBAT Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan sa...